Setelah dunia begitu ramai dihebohkan dengan film Avatar 3D, teknologi tampilan 3 dimensi pun menjadi tren baru dalam teknologi visual. Teknologi 3 dimensi sebenarnya sudah lama hadir. Di Indonesia pun bahkan teknologi tampilan 3 dimensi sudah hadir di rumah-rumah. Jika anda mengingat di awal era 90-an salah satu stasiun swasta mencoba mempopulerkan tayangan 3 dimensi lewat tayangan mereka. Salah satunya adalah tayangan film kartun Remi. Caranya adalah dengan menonton dengan menggunakan kacamata khusus. Namun teknologi ini gagal populer.
Tampilan 3 dimensi kemudian merambah bioskop. Salah satu wahana permainan di daerah Ancol menghadirkan teknologi ini. Dengan nama Teater 4 Dimensi, wahana ini menarik banyak pengunjung. Tetapi frekuensi perubahan film yang sangat lama dan durasi yang singkat sepertinya membuat wahana ini tidak terlalu populer. Kemudian tayangan film hollywood mengadopsi teknologi ini. Alien vs Monster produksi Disney dengan teknologi tampilan 3 dimensi mulai mengisi bioskop tanah air. Teknologi ini pun booming setelah film Avatar dirilis.
Tren ini memancing berbagai produsen yang berkaitan dengan teknologi visual berlomba-lomba untuk mengadopsi teknologi ini. Sony bergerak untuk mengadopsi teknologi ini pada Blu-ray, LCD TV, sampai PlayStation 3 (PS3). Tentunya produsen lainnya pun melakukan hal yang sama. Caranya masih sama, menggunakan kacamata khusus.
Khusus teknologi permainan, salah satu industri permainan dunia membuat terobosan dalam teknologi tampilan 3 dimensi. Setelah meramaikan dunia dengan inovasi permainan konsol genggam touch screen dan permainan dua layar di Nintendo DS (NDS), kini Nintendo mengembangkan 3DS. Ini adalah respon terhadap keinginan penggemar Nintendo yang menginginkan adanya terobosan kemampuan NDS. PlayStation Portabel (PSP) buatan Sony yang menjadi pesaing NDS memberikan tampilan grafis 3D yang sangat menarik. Inovasi Nintendo ini akan menjawab tantangan ini. Selain kemampuannya dalam grafis 3D, inovasi yang sangat ditunggu adalah tampilan 3 dimensi tanpa kacamata. Pemain bisa menikmati tampilan 3 dimensi di layar 3DS. Bagaimana ini bisa terjadi?

Manusia memiliki dua mata yang menghadap ke depan. Hal inilah yang membuat manusia bisa mengukur jarak. Kedua mata memandang kepada objek yang sama dari dua mata yang berbeda. Hasil pandang kedua mata ini membuat objek terlihat 3 dimensi yaitu ada dimensi horizontal, vertikal, dan kedalaman. Trik ini kemudian digunakan untuk membuat efek kedalaman dalam tampilan 3 dimensi. Bila teknologi tampilan 3 dimensi biasanya menggunakan bantuan kacamata untuk mengirimkan informasi berbeda pada mata kanan dengan kiri, 3DS menggunakan cara lain. Pada layar 3DS dibuat bilah-bilah yang rapat dimana bilah ganjil mengirimkan informasi ke mata kanan dan bilah genap mengirimkan informasi ke mata kiri.

Dengan cara inilah Nintendo menciptakan tampilan 3 dimensi pada mata pemain.
Namun jika anda ingin menikmati sensasi dari 3DS, anda harus bersabar. Konsol ini baru dipamerkan di pameran E3 di Amerika Serikat. Nintendo baru berencana memasarkan konsol genggam 3DS pada 2011.